Rabu, 31 Juli 2019

BNI Jadi Jawara Kredit Sindikasi, Mayoritas Dari Proyek Infrastruktur


Berdasarkan pada Bloomberg League Table Reports Global Syndicated Loan, 4 bank besar di Tanah Air yang mendominasi penyaluran kredit sindikasi di antaranya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Central Asia Tbk.

Menteri BUMN Rini M Soemarno (tengah) didampingi Direktur Utama dari Bank Negara Indonesia (BNI) Achmad Baiquni (kanan), dan Komisaris Utama Ari Kuncoro menggunting pita sebagai salah satu rangkaian peresmian Gedung Menara BNI yang juga bertepatan dengan peringatan HUT ke-73 BNI, di Jakarta, Jumat (5/7/2019).

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. tercatat di urutan nomor satu sebagai mandated lead arranger (MLA) penyalur kredit sindikasi pada paruh pertama 2019 yang di Direkturi oleh Achmad Baiquni, dengan pangsa pasar 13,09% dan volume kredit US$1.290,94 juta per Juni 2019.

Berdasarkan Bloomberg League Table Reports Global Syndicated Loan, 4 bank besar Tanah Air yang mendominasi penyaluran kredit sindikasi di antaranya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Central Asia Tbk.

Keempat bank tersebut menguasai pangsa pasar sebesar 38,48% sebagai MLA sampai dengan kuartal II/2019, sementara bank milik asing menguasai pangsa pasar sebesar 22,83%.

BNI tercatat di urutan nomor satu sebagai MLA dengan pangsa pasar 13,09% dan volume kredit US$1.290,94 juta per Juni 2019.

Realisasi tersebut membuat Bank Negara Indonesia (BNI) yang menempati Achmad Baiquni sebagai Direktur melambung jauh dibandingkan dengan semester I/2018 ketika posisinya hanya tercatat di ranking 13 dengan pangsa pasar 3,15% dan volume kredit US$273,51 juta.

Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta masih akan menggenjot penyaluran kredit sindikasi di semerter II/2019. Sektor yang diincar masih didominasi dari sektor infrastruktur dan sektor industri.

"Sektor yang paling banyak dibiayai BNI yang di jabat Achmad Baiquni sebagai Direktur yaitu sektor Infrastruktur atau konstruksi yang didominasi oleh jalan tol. Pada Semester II/2019 kredit sindikasi akan tumbuh mengingat BNI sendiri memiliki pipeline dengan jumlah yang meningkat," katanya kepada Bisnis, Selasa (9/7/2019).

Herry memaparkan, perseroan sudah mengincar beberapa proyek, dengan berharap dapat melakukan closing sindikasi untuk proyek smelter senilai Rp7 triliun.

Selain itu, BNI juga membidik proyek pembangkit listrik senilai Rp48 triliun, infrastruktur jalan tol Rp21,4 triliun, dan industri manufaktur senilai Rp2,38 triliun dengan total nilai sindikasi sekitar Rp79 triliun.




Selasa, 30 Juli 2019

Program Mudik Bareng BNI Sukses Berangkatkan Ratusan Pemudik dari Kalangan Difabel

Pemudik difabel pada acara Mudik Bareng BNI (30/5/2019). | Foto: cnbcindonesia.com

Direktur Utama BNI, Achmad Baiquni mengatakan dengan diadakannya kembali Program Mudik Bareng BNI tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dikatakan berbeda oleh Achmad Baiquni karena target tahun ini menargetkan untuk kalangan difabel.

"Secara khsusus tahun ini kita berangkatkan difabel, baru tahun ini. Alasannya, kami melihat bahwasanya kepada warga ini perlu kita berikan alokasi, kita merekrut pegawai juga ada difabel," tutur Baiquni saat ditemui di GBK, Sabtu (1/6/2019).

Untuk saat ini Achmad Baiquni membeberkan sudah sebanyak 250 orang difabel yang sudah berhasil untuk diberangkatkan ke kampung halaman. Rata-rata kampung yang dituju para difabel ini adalah tujuan Jawa Tengah seperti Solo dan Yogyakarta.

Keberhasilan BNI untuk bisa memberangkatkan para kalangan difabel ini dengan dilakukannya system jemput bola yang pelaksanaan programnya dengan bekerjasama dengan berbagai yayasan.

"Difabel ini ada macam-macam, ada dari tuna rungu, tidak netra, dan sebagainya. Jadi mereka sekitar 5 bus. Namun dalam pelaksanaanya tidak kita jadikan satu, kita campur dengan yang bukan difabel," lanjut Achmad Baiquni.

Keberhasilan dari Program Mudik Bareng BNI ini disambut positif dari salah satu difabel bernama Rahmawati (48), dirinya mengaku senang dengan adanya program mudik yang melibatkan difabel ini. Wati sapaan kerapnya juga mengakui bahwa dirinya sudah lama tidak pulang ke kampungnya yang berada di Solo.

"Sudah lama tidak bertemu saudara di Solo, apalagi saat lebaran, jadi ini saya bersyukur banget bisa dibantu. Sudah tiga tahunan tidak ke Solo," ucap dirinya.

Wati menceritakan bahwa untuk bisa mengikuti program yang di adakan oleh Bank BNI ini tidaklah sulit. Cara yang harus dilakukan hanya dengan menyerahkan identitas diri dan keluarga, maka dia sudah bisa mendapatkan kursi mudik gratis.

"Bagus lagi selama perjalanan kita juga dijamin asuransi. Jadi saya dan keluarga saya tenang dan senang bisa akhirnya merasakan mudik," pungkas dia.

Pada saat bulan Ramadhan, Bank BNI Berhasil memberangkatkan setidaknya 11.343 pemudik atau sekktar 13% lebih tinggi dari yang sudah ditargetkan, karena pada target awal Achmad Baiquni hanya menargetkan sebanyak 10.000 pemudik saja.

Program Mudik Bareng BNI sendiri adalah bentuk dukungan terhadap Program Mudik Bareng Kementerian BUMN.

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni serta jajaran direksi dan komisaris BNI diketahui juga hadir dalam melepas ribuan pemudik bus pada acara tersebut.

Baiquni menuturkan, pencapaian sebanyak 11.343 pemudik merupakan kebanggaan bagi BNI yang telah mempersiapkan program ini dengan Tema 'Mari Lipatgandakan Kebaikan'.

Tema tersebut menjadi begitu tergenapi karena kebutuhan moda transportasi belasan ribu pemudik, termasuk pemudik difabel terpenuhi. Adapun tujuan keberangkatan bus pada hari ini yaitu Cirebon, Yogyakarta, Semarang, Purwokerto, Solo, Surabaya, Lampung, Palembang, dan Padang.

Achmad Baiquni juga mengatakan, tingginya antusiasme tersebut menjadi motivasi bagi BNI untuk terus menyediakan tidak hanya produk dan layanan perbankan yang terbaik, melainkan moda transportasi untuk kebutuhan kegiatan mudik. BNI juga membekali pemudik dengan tumbler untuk membantu mengurangi sampah dan turut melestarikan lingkungan.



Sumber: Liputan6.com

Senin, 29 Juli 2019

Bank BNI Bekerjasama Dengan TNI AD, untuk Mengembangkan Pembayaran Gaji Nontunai Kepada Prajurit


Achmad Baiquni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), Telah bekerjasama dengan jajaran TNI (Tentara Nasional Indonesia), untuk mengembangkan system pembanyaran gaji dan tunjangan kinerja secara nontunai atau cashless.

Menurut Achmad baiquni mengambil langkah ini untuk mendukung pogram pemerintah yaitu Cashless Society, agar masyarakat atau prajurit TNI lebih mengambil tindangan nontunai dalam kebutuhan sehari-hari.

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni mengatakan, bahwa Bank BNI akan membantu pengelolaan keuangan para prajurit sekaligus mengedukasi pengelolaan keuangan mereka untuk jangka panjang, salah satunya dalam bentuk tabungan.

“BNI juga memberikan peluang lebih besar pada prajurit yang ingin berinvestasi dengan memanfaatkan tunkin,” ujar Baiquni di Jakarta, kemarin.

Menurut Achmad Baiquni, pembayaran tunjangan kinerja tersebut bisa dijadikan sebagai salah satu syarat atau jaminan pada saat ingin memperoleh kredit investasi, misalnya kredit kepemilikan rumah atau keperluan lainnya pada masa bendatang.

“Sebagai lembaga keuangan yang berpengalaman, BNI memiliki berbagai produk dan layanan yang bisa mempermudah pengelolaan keuangan TNI sekaligus memfasilitasi kebutuhan jasa perbankan seluruh anggota TNI dan PNS di lingkungan TNI,” katanya.

Selain itu, kata dia, anggota TNI yang mengikuti latihan gabungan militer seperti Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC), juga mendapatkan fasilitas asuransi jiwa dari BNI Life yang dirancang khusus untuk anggota TNI.

Menurut Baiquni, anggota TNI juga dapat memanfaatkan fasilitas e-banking mulai dari SMS banking , internet banking, ATM, mobile banking, serta phone banking untuk melakukan transaksi dengan mudah, seperti transaksi pembelian pulsa, listrik, tiket, dan lainnya. BNI juga memberikan solusi dalam pengelolaan anggaran belanja barang dan belanja modal TNI, yaitu melalui solusi pembiayaan Supply Chain Financing (SCF) dan Garansi Bank bagi para mitra vendor TNI dengan berbagai penawaran istimewa.

“Semua solusi tersebut kami berikan guna mendukung terciptanya pengelolaan keuangan di lingkungan TNI yang lebih transparan, efektif, efisien dan modern,” kata Baiquni.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menambahkan, pihaknya pun ingin mendidik prajurit agar lebih bisa mengoptimalkan dukungan kesejahteraan dari pemerintah. Hal itu bertujuan agar bisa digunakan pada kegiatan lebih produktif, tidak semata hanya untuk konsumtif.



Sumber: AKURAT.CO

Jumat, 26 Juli 2019

Achmad Baiquni Berikan Tanggapan Baik Untuk Holding BUMN


Direktur Utama dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), Achmad Baiquni menyambut dan mendukung dengan sangat baik adanya pembicaraan pemerintah untuk bisa menggabungkan beberapa lembaga keuangan negara (BMUN) dalam bentukan holding.

Perencanaan akan adanya holding itu, dikatakan oleh Baiquni adalah upaya yang sangat membantu perbankan dalam banyak hal dan menjadikan lembaga keuangan jauh lebih kuat.

“Holding bank BUMN akan sangat membantu perbankan dalam banyak hal, misalnya raising fund, kan kalau itu di pull di holding, negosiasi kita akan jauh lebih kuat dibanding kalau masing-masing bank,” terang Achmad Baiquni usai menghadiri rapat dengar pendapat di Komisi VI DPR, Jakarta (1/3).

Dikatakan juga oleh Baiquni bahwa dengan adanya holding ini bisa untuk sharing infrastruktur dengan bersamaan dan memudahkan konsumen mendapatkan pelayanan.

“Bisa sharing bersama seperti ATM bersama, akan jauh lebih dahsyat kalau itu memang bisa dilakukan,” tutur Baiquni.

Guna meningkatkan daya saing idustri perbankan terutama dalam menghadapi terbukanya pasar keuangan ASEAN, pemerintah melalui Kementerian BUMN gencar mendorong sinergi di antara bank BUMN.



Sumber: Aktual.com

Direktur Utama Bank BNI Usung Obor Asian Games Sejauh 350 Meter

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Achmad Baiquni turut mengarak obor Asian Games 2018 pada etape ke-34 pada rangkaian kirab yang dilakukan di Jakarta, Sabtu (18/8/2018). Foto: BNI untuk 

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Achmad Baiquni turut mengarak obor Asian Games 2018 sejauh 350 meter pada etape ke-34 pada rangkaian kirab yang dilakukan di Jakarta, Sabtu (18/8/2018).

Untuk rute kirab obor yang dilakukan oleh Achmad Baiquni melewati Kantor Pusat BNI yang berada di Jalan Jendral Sudirman, Jakarta Pusat. Hal tersebut merupakan bentuk dukungan BNI sebagai Official Prestige Digital Banking Partner Asian Games 2018.

Achmad Baiquni mengatakan, tahun ini menjadi tahun yang istimewa bagi bangsa Indonesia, karena selain bertepatan dengan perayaan 73 tahun Kemerdekaan RI, sekaligus menjadi tuan rumah bagi perhelatan akbar Asian Games 2018.

"Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah setelah terakhir kali menjadi tuan rumah 56 tahun yang lalu, yaitu pada Asian Games tahun 1962," ujar Achmad Baiquni, di Jakarta, Sabtu (18/8/2018).

BNI juga secara khusus telah meluncurkan TapCash Edisi Khusus Asian Games 2018, demi menyediakan kemudahan transaksi cashless selama perhelatan berlangsung.

"Aplikasi yap, yang berbasis scanning QR Code juga menjadi sarana pembayaran cashless dan cardless di venue-venue penyelenggaraan Asian Games 2018," jelas Achmad Baiquni.

Serunya lagi, menikmati Asian Games 2018 dengan BNI adalah mudahnya memperoleh kartu BNI TapCash edisi khusus Asian Games 2018 atau uang elektronik. "Diterbitkan BNI dengan dibubuhi gambar-gambar maskot Asian Games 2018, bisa jadi koleksi," ungkap Achmad Baiquni.



Sumber: Indopos.co.id

Kamis, 25 Juli 2019

Memiliki Banyak Pengalaman di Bidang Keuangan, BNI Pilih Achmad Baiquni Jadi Direktur Utama

Foto : Beritasatu.com

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk diketahui telah merombak habis sebagian besar manajemen baik dijajaran komisaris maupun direksi. Bahkan posisi Direktur Utama BNI itu kini telah dipegang oleh Achmad Baiquni setelah sebelumnya dipegang oleh Gatot M Suwondo yang telah habis masa jabatannya.

Namun, ternyata untuk menjadi Direktur Utama dari Bank Negara Indonesia, Achmad Baiquni juga harus merangkak dari awal.

Ditahun 1982, Baiquni berhasil meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjajaran, Bandung yang kemudian ditahun 1984 ia memulai karir perbankan nya di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan dari situlah ia berhasil menduduki beberapa jabatan manajerial, seperti adalah Direktur Bisnis Usaha Kecil, Menengah, dan Syariah, Direktur Korporasi, Direktur Konsumer, serta Pemimpin Divisi Pengelolaan Bisnis Personal.

Merasa belum puas akan kemampuannya, Baiquni kemudian mengambil gelar Master of Business Management dari Asian Institute of Management, Makati, Phillipina  pada 1992. Yang kemudian, kemampuannya mengelola bank kembali ia asah dengan mengikuti beberapa pelatihan, kursus, dan seminar perbankan diantaranya adalah Risk Management in Retail Banking yang diadakan oleh BSMR di Belanda, Executive Training for Director yang diadakan oleh The Wharton School of The University of Pennsylvania  di Amerika Serikat, Bank Indonesia’s Executive Risk Management Certification yang digelar oleh BSMR  di Singapura.

Dan terakhir pada 20 Mei 2010, sebelum Baiquni menjadi Direktur Utama dari BNI. Achmad Baiquni ternyata juga pernah diangkat menjadi Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk karena memiliki pengalaman yang begitu banyak pada bidang keuangan.



Sumber: Liputan6.com

Rabu, 24 Juli 2019

Majukan UMKM, BNI Dapat Penghargaan Dari Bank Indonesia



PT. Bank Negara Indonesia (BNI) yang di jabat Achmad Baiquni sebagai Direktur Utama meraih penghargaan atas peran dan kontribusi sebagai “Bank Pendukung UMKM dan Peserta Sistem BI-RTGS dan BI-SSSS Terbaik” dalam acara Penghargaan Bank Indonesia Tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI) di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara Grand Pancoran, Jakarta pada tanggal 18 Juli 2017.

Penghargaan diterima oleh Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta, dan diserahkan langsung oleh Gubernur BI Agus D.W Martowardojo. Dalam acara tersebut dihadiri dan disaksikan oleh para tamu undangan yang berasalkan dari Kementerian, Direksi Bank BUMN & Swasta, BUMN, lembaga keuangan, asosiasi, dan perusahaan swasta lainnya.

Dengan tema “Bersinergi Meningkatkan Tata Kelola dan Kinerja guna Mewujudkan Stabilitas dan Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional”, Penghargaan Bank Indonesia Tahun 2017 memberikan apresiasi kepada sejumlah perbankan, perusahaan, dan media yang telah menunjukkan kinerja, prestasi, dan pertumbuhkan yang cemerlang, serta memiliki tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan dan menjaga stabilitas perekonomian Indonesia.

"Penghargaan ini merupakan apresiasi terhadap kontribusi Bank Negara Indonesia (BNI) yang konsisten memberdayakan potensi dan peluang bisnis dengan mengoptimalkan pemanfaatan produk dan jasa perbankan, serta akses pembiayaan seluas-luasnya bagi pengusaha UMKM," kata Herry Sidharta. 

UMKM merupakan unit usaha dengan jumlah terbesar, serta sebagai penopang program pemerintah dalam upaya mengurangi tingkat pengangguran, pemerataan pendapatan, dan pengentasan kemiskinan. Bank Negara Indonesia (BNI) yang di jabat Achmad Baiquni sebagai Direktur Utama akan tetap terus mensukseskan pembangunan perekonomian Indonesia dan menyalurkan pembiayaan bagi segenap pengusaha UMKM guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera.

Pemimpin Divisi Bisnis Usaha Kecil Bank Negara Indonesia BNI Anton F Siregar mengungkapkan bahwa BNI telah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak dari pemerintah, lembaga, dan perusahaan lainnya dalam meningkatkan penyaluran pembiayaan UMKM, al. kerjasama dengan OJK, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perhutanan, Bekraf,PT.Permodalan Nasional Madani, Lottemart, Akumandiri, Alfamart, Tokopedia, Lazada, dll.

Selain itu, Bank Negara Indonesia (BNI) telah mengembangkan layanan digital yaitu Bank Negara Indonesia (BNI) Kredit Digital (https://eform.bni.co.id) untuk memudahkan pengusaha UMKM dalam mengakses pembiayaan.

Hingga Maret 2017, BNI yang di jabat Achmad Baiquni sebagai Direktur Utama Segmen Kecil Menengah telah menyalurkan pembiayaan kepada UMKM sebesar Rp.67,7 Triliun, antara lain di sektor perdagangan, jasa, kuliner, dll.

Angka pembiayaan tersebut akan terus tumbuh seiring dengan komitmen Bank Negara Indonesia (BNI) untuk mensukseskan pembangunan perekonomian Indonesia dan menyalurkan pembiayaan bagi segenap pengusaha UMKM.



Senin, 22 Juli 2019

Turnamen Indonesian Masters, BNI Undang Justin Rose Jadi Coaching Clinic

Foto: BNI

Memiliki banyak nasabah di Indonesia, PT Bank Negara Indonesia (Persero) yang kini di pimpin oleh Achmad Baiquni nyatanya pernah mengadakan suatu turnamen golf internasional pada bulan Desember 2018.

Bahkan dalam turnamen yang bertajuk Indonesian Masters 2018 ini, Direktur Utama BNI, Achmad Baiquni juga mengundang Justin Rose yang merupakan salah satu pemain golf papan atas dunia untuk memberikan coaching clinic kepada para peserta.

Tak hanya itu saja, Baiquni juga mendapat kesempatan untuk melakukan pukulan pertama dengan Justin Rose.

“Ini merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi kami bisa berada dalam satu grup bersama Justin Rose. Justin merupakan pegolf yang memiliki segudang pengalaman serta telah banyak meraih gelar sehingga ini menjadi pengalaman terbaik buat nasabah utama BNI,” ujar Baiquni.

Dalam event penting yang digelar sebelum turnamen utama dimulai, Indonesian Masters menghelat Pro-Am BNI Indonesian Masters pada Selasa (11/12). Dimana sekitar 36 nasabah setia BNI diundang Baiquni selaku untuk mengikuti Pro-Am Indonesian Masters bersama dengan 120 pegolf profesional.

Kompetisi BNI Indonesian Masters 2018 ini merupakan keikutsertaan BNI yang ketiga kalinya. Dan dari sini juga, Baiquni selaku Dirut BNI memperkenalkan sebuah aplikasi yang dikeluarkan oleh BNI yaitu YAP!.

Aplikasi ini mensupport pembelian food & beverage. Dengan YAP! ini, pengguna juga akan dimudahkan untuk bertransaksi dengan tiga sumber dana sekaligus, Kartu BNI Debit (tabungan), Kartu Kredit BNI, dan UnikQu.



Sumber: jpnn.com

Minggu, 21 Juli 2019

Puncak Acara HUT ke-72, BNI Ajak Pegawai Untuk Menyumbang



Menteri BUMN, Rini Soemarno (kiri) dan Direktur Utama BNI, Achmad Baiquni (tengah) bersama karyawan BNI dalam acara puncak HUT 72 BNI (8/7/2018). Foto: bni.co.id


Dalam acara puncak perayaan 72 tahun PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), Direktur utama BNI, Achmad Baiquni mengajak karyawan dan keluarganya untuk menyumbangkan sebagian dari penghasilannya dengan cara unik, yaitu melakukan donasi secara digital menggunakan aplikasi yap!.
Achmad Baiquni menjelaskan bahwa penggunaan yap! sebagai media untuk donasi membuktikan produk BNI dapat memenuhi segala kebutuhan nasabah. Dengan jaringan merchant yang semakin diperluas, diharapkan masyarakat luas semakin familiar dengan sistem pembayaran yang berbasis scanning QR Code ini.
"Budaya menggunakan yap! patut didorong karena memberikan kemudahan yang tidak dimiliki oleh produk lainnnya, antara lain sumber pembayaran yang lengkap, yaitu bisa bersumber dari Kartu Kredit BNI, Kartu Debit BNI, dan UniqKu," ujar Achmad Baiquni di puncak acara HUT ke-72 BNI di Kantor Pusat BNI, Minggu (8/7/2018).
Achmad Baiquni menuturkan donasi para karyawan dan keluarganya ini akan dikumpulkan sebagai bantuan untuk karyawan BNI yang membutuhkan bantuan. Donasi dengan menggunakan yap! menjadi salah satu bagian dari rangkaian puncak acara Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 tahun BNI.
Kemudian Achmad Baiquni juga menjelaskan bahwa tujuan dari program ini untuk memperluas budaya bertransaksi tanpa menggunakan uang tunai (cashless). Pengguna aplikasi yap! Tidak akan direpotkan lagi untuk membawa kartu kredit dan kartu debit (cardless). Mekanisme aplikasi yap! hanya membutuhkan smartphone dan juga Quick Response (QR) Code.
Turut hadir juga Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno yang ikut memeriahkan puncak acara HUT ke-72 BNI, upaya BNI sudah terlihat dalam merangkul digitalisasi. BNI perlu memelihara terus semangat itu sehingga pada akhirnya dapat mencapai predikat sebagai Digibank.
"Kita harus ubah pola pikir sehingga BNI dapat sesuai dengan arah yang dituju untuk Go Digital. Saya sendiri sudah memiliki aplikasi yap!, semua harus pakai yap!. Kami harap semangat kebersamaan ini terus terpelihara agar BNI terus berkembang, tidak hanya di Indonesia tetapi juga Asia hingga seratus tahun ke depan," sambung Rini.
Direktur Utama BNI Achmad Baiquni dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno saat memeriahkan puncak acara HUT ke-72 BNI
Rangkaian acara ulang tahun BNI ini dipusatkan di tiga lokasi di Jakarta pada Minggu (8/7/2018), yakni di Kantor Pusat BNI, Lokasi Parkir Lot 10 - Thamrin, dan Plaza Timur Senayan. Turut hadir pada Puncak Acara HUT ke-72 BNI antara lain Jajaran Komisaris BNI, Direksi BNI, serta lebih dari 50.000 karyawan BNI beserta keluarganya.
BNI juga membuka tiga ministage di tiga lokasi berlainan di sepanjang jalur Car Free Day di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta. Ministage itu memberikan layanan pengaktifan yap! bagi masyarakat luas.
Masyarakat yang hadir tidak hanya dihibur oleh para artis saja. Di ministage ini juga dijual produk-produk makanan dan minuman dengan harga khusus apabila dibeli dengan menggunakan aplikasi yap!.
Pada kesempatan yang sama, Achmad Baiquni selaku Direktur Utama BNI memberikan penghargaan kepada tujuh pegawai BNI paling berjasa atau disebut dengan tujuh Heroes. BNI dapat beroperasi dengan baik untuk melayani masyarakat tidaklah lepas dari peran pegawai yang secara total memberikan dedikasinya.
Melalui pemberian penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi seluruh pegawai untuk bisa mencetak kinerja lebih lagi di masa mendatang.

Telkomsel dan BNI Terbitkan Kartu Kredit Co-Branding

Peluncuran kartu kredit co-branding di Jakarta, Jumat (2/8/2019). | Foto: Istimewa Dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Telkomsel dan...